HARI IBU

Posted: 22 Desember 2010 in Hari ini...
Tag:,

semua status di jejaring sosial, judul e Happy Mother Day…

bukannya gak seneng, bukannya apatis…kalo dirasa sih, jadi ibu memang GREAT. terasa sakitnya, lelahnya pun bahagianya.

rentang ingatan yang q gelar pada tanggal 22 Desember ini, rasanya NOTHING tentang ibu. Bukan karena q tak punya ibu. Rasanya, aku punya banyak ibu, karena semua ibu teman q adalah ibu q. sosok ibu q sendiri, hanya samar…

yang terekam jelas Emak adalah ibu q. karena yang aku tahu rasa diasuh & diasih y, dari Emak. Kekurangan Emak ditutupi oleh kelebihan Bapak. Walau ada rasa “kurang” dari pengasuhan Emak, tertutup oleh keikhlasan beliau dalam merawat q.

setelah jadi ibu pun rasa GREAT gak terasa, karena masih banyak kekurangan dalam merawat & membimbing anak2.

Apapun, SELAMAT HARI IBU…

Iklan

Beliau selalu mengabsenku dengan tembang Pucung…
Bapak Pucung….
Ana ne ing…tanah kudus
pinter nyimpen toyo
mangka tumpakANING jalmi
geger mbrenjul…suku panjang
gulu…dowo….

Aih, kalo ditulis gini sih, tembangnya menggambarkan onta (halaaaahh…baru ngeh klo q disamain mo onta).

Selain dengan tembang Pucung, beliau pun selalu memanggilq (juga temen-temen yang lain) dengan narasi sikap dan sifat masing2 muridnya. Q ingat, mb Dian Titisari Palupiningtyas selalu dinarasikan suka plesir, hehehe…karena seringkali absen, gak masuk sekolah pada hari Sabtu. Lalu…temen yang lain, Mb Ninon (Nur Azizah) selalu dinarasikan si bontot yang selalu menangis kalo bangun tidur, hehehe….

Dari beliau, aq mengenal bahasa Belanda & Jepang (hahaha…) kayaknya dulu beliau hebaaaaattttt….sekali (memang hebat) karena beliau mengalami 3 jaman; Belanda, Jepang & Indonesia merdeka. Ya, iyalaaahhh….

Semoga beliau senantiasa diparingi kesehatan, sosoknya yang tinggi, muka serius tapi bicaranya penuh canda (huuuuuhhh…menurun ke putra ke-2 nya, sayang, kebablasan…dadi agak /). Aq berharap bisa bertemu dan ngobrol lagi walau sebentar (tapi kalo ngebayangin ditemeni anaknya yang bleketek, tak terbayangkan menyebalkan-kudu bolak balik nutup mulut krn ketawa). Ingin tahu kabar beliau…cerita beliau, tentang masa perang.

Eeehhh…gak cuma narasi & tembangnya yang masih nempel di ingatan q. Beliau lah yang menjadikan aq percaya diri. Bahwa aq punya bakat, punya kebisaan. Aq bisa menyanyi dengan ‘tehnik’ karena beliau. Aq ‘berani’ karena kata-kata beliau ” apane sing diwedeni ???? koen ndhuwe salah nang panggung ???? ” hahaha….akhirnya jurus itu juga yang q pake, saat lomba nyanyi tingkat kabupaten, saking groginya, aq lupa syair. Q off-kan mic-nya, hehehe…gak sia-sia, juara 2 tingkat kabupaten.

Beliaulah yang memacu q untuk belajar bermacam-macam alat musik. Harmonika, Seruling dan gitaaaarrrr….(sayangnya, alat musik yang terakhir q jauhi krn bikin tangan q kapalan). Dari beliau aq belajar “rasa” melodi, harmoni musik dan konsentrasi saat grogi.

Terima kasih pak Darminto,
Semoga Allah membalas semua kebaikan bapak. Sehat selalu….

Saat sekolah dasar dulu, seorang guru yang amat sangat q hormati, selalu mengingatkan dengan keras saat beliau memanggil salah seorang dari kami untuk maju ke depan kelas. Beliau selalu bilang dengan keras, “Aja nglinguk !!!!”. Maksudnya jangan menengok, hihihi…kami selalu punya kebiasan menengok ke belakang saat seorang teman dipanggil untuk maju mengerjakan soal atau melakukan kegiatan lain di depan kelas.

Sebenarnya hanya kebiasaan saja, tapi hampir seluruh kelas yang duduk di depan terutama, selalu melihat ke tempat duduk teman yang dipanggil. Untuk yaahh…cuma ngeliatin doang, sih, sampai si teman ke tempat tujuan, hehehe….kadang-kadang teman yang punya keberanian, selalu ‘njawil’ muka ato kepala teman yang ngeliatin dia beranjak dari duduknya, hahaha….Hampir seluruh kelas melakukan hal yang sama.

Pak Guru ini selalu geleng-geleng kepala melihat kebiasaan kelas kami. Katanya, apa sih, yang diliat oleh kami ??? lah, wong tiap hari tiap saat kami selalu tahu keberadaan teman kami.
Kebiasaan yang tidak kami sadari dan entah dimulai sejak kapan.

Kata Pak Guru, selain tak ada manfaatnya, malah bikin grogi teman yang dipanggil maju ke depan kelas. Naaahh…kalo yang ini (bikin grogi) adalah hal yang mengasyikkan bagi kami, kaum lemah (wkkkkkeeekkkkk) kalo yang dipanggil adalah teman-teman yang bisa disebut jagoan. Bagaimana tidak, kami bisa meleletkan lidah sekedar meledek yang tentu saja menambah grogi si jagoan (yang keok) kalo dipanggil guru ke depan kelas. Urusan nanti dibalas pas istirahat, y, nanti sajalah….

Pengalaman saat kecil ini begitu membekas. Sampai sekarang, aku jarang menengok eehhh…lebih tepatnya menonton hal-hal yang terjadi di depan mata. Kemarin, saat jemput anak-anak, ada sebuah kebakaran. Aku tak tahu persis apa yang terbakar & penyebabnya. Yang jelas, aku bolak balik membunyikan klakson motor karena seorang tukang bubur dengan gerobak di boncengan motornya bolak balik melihat ke TKP. motornya zigzag, karena membagi konsentrasi pegang motor dan keseimbangan gerobaknya. Tapi tetap saja matanya gak lepas dari kebakaran yang dikerumuni banyak orang ini. Dengan tidak sabar, aku klakson panjang…karena dia berhenti di jalan yang hanya setengah badan jalan saking banyaknya penonton kebakaran ini.

Haaayyyyyaaa…jadi ingat masa kecil di sekolah dasar ini. Ternyata kita lebih suka menonton kejadian yang ada di depan mata. kebakaran ditonton, kecelakaan ditonton, sampai kerusuhan pun ditonton….hhhhmmmm….
Ntah dimana asyiknya y ???? kalo ikut ketimpuk waktu ada kerusuhan dan luka trus gegar otak trus lumpuh dan seterusnya, sapa yang menanggung ??? trus yang kebakaran butuh pertolongan air tapi susah dapatnya tapi sempit karena banyak yang nonton ketimbang yang nolong, habis dah…..yang kecelakaan kali aja kehabisan darah dan butuh pertolongan, malah ditonton, beeeuuuhhhhh…..lebay dot com.

Kita memang lebih suka menonton daripada menolong……:(((( gejala apa ini ??? empati yang mulai memudar ???? ntahlah….yang jelas, aku gak suka menonton karena tanpa ditonton pun betapa aku merasakan susahnya orang yang sedang mengalami bencana sekecil apapun. Kata teman, sapa tau yang kecelakaan teman atau tetangga atau saudara ???? Tapi haruskah menonton ????? sekilas pun kita akan tahu (hehehe…emang punya telepati ???)

waduh, mbuhlah….@_@

Tantangan…

Posted: 20 Oktober 2010 in Hari ini...
Tag:,

Mencoba sesuatu hal yang baru memang menyenangkan…terasa sekali tantangannya. Dulu….saat masih duduk di bangku SMP pernah belajar bagaiman merajut. Sayang banget, yang ngajarin tanggung bisanya, yang diajari jadi mualesz, hehehe….

Saat rutinitas rumah tangga membuat ku jenuh, mencoba merajut lagi kenangan masa lalu sekaligus merajut tantangan untuk memanfaatkan waktu luang setelah pekerjaan rumah selesai. Jadilah merajut menjadi bagian hidupku. Yaaaahhh…belajar lagi dari nol, mencoba motif demi motif…untuk memaksimalkan hari dalam hidup. semoga tetap menyenangkan…..

SAYA COBA….

Posted: 30 September 2010 in Catatan Cilik...
Tag:,

Dari malam aku mencoba motif baru sebuah rajutan. Berkali-kali bongkar pasang…lebih dari 5 x…sampai akhirnya berhasil setelah begadang dari malam sampai sekarang lom tidur.

MUDAH karena mau berusaha, SUSAH karena tak mau dicoba…

begitu saja mengalir dalam hati atas “keberhasilan” merajut motif baru tersebut. Jadi ingat, puluhan tahun saat masih ngantor, atasan menyuruhku mencari…..dia sendiri bingung apa yang mo dicari…yg penting, cari data yang janggal, perintahnya waktu itu. Deadline-nya hanya 2 hari. Setelah diberi 3 file besar berisi reimbursement tol dan bahan bakar kendaraan kantor, aku termangu….

Atasanku bertanya melihatku termangu, ” Bisa nggak, bu ?”
Aku tersenyum dan menjawab, ” Saya coba, y, Pak “. Dengan bingung aku kembali ke mejaku dengan pikiran, apa yang harus kulakukan….

Setelah membolak balik file berisi ratusan lembar bukti pembayaran tol dan bahan bakar, akhirnya…berhasil juga kuselesaikan tugas itu hanya dalam satu hari…!!!! hihihi…ternyata mencari kesalahan orang dari data emang gampang banget, y….:p Yupz, BISA karena mau berusaha.

Saat masih di PAUD, ada satu waktu kosong karena materi pelajaran sudah habis. Kekosongan itu diisi dengan origami atau seni melipat. Anak-anak begitu antusias menerima lembaran kertas berwarna warni berukuran 15 cm x 15 cm. Salah seorang guru ke depan kelas dan mempraktekkan satu gerakan melipat….

Mengherankan….:p sebagian besar anak-anak berteriak, ” Bu Guru…..!!!! aku nggak bisaaaaaa…..!!!! ” dengan kertas masih bersih dari lipatan. Aku tertegun, sementara guru-guru yang lain masih sempat tertawa.

Cuma hal kecil dan remeh temeh…tapi membawa dampak besar di kemudian hari. Sangat disayangkan Sang Guru hanya tertawa dan melipat satu per satu kertas muridnya dengan harapan berisik segera reda. Duuuuhhhh…..

Instan…
tapi dampaknya anak tak mau berusaha untuk mencoba melipat sendiri sekalipun lipatan sederhana….hanya membagi kertas menjadi dua lipatan…

Bagaimana mungkin seorang pendidik yang katanya berpengalaman tak profesional menangani keTAKBISAan muridnya ???? semoga ini tidak berlanjut sekarang…..:p

MUDAH karena mau berusaha, SUKAR karena tak mau dicoba, bukan hanya karena ketekunan seseorang…dari niat, dari kata hati yang ingin BISA. Bukan sekedar berPIKIR bisa. Karena berpikir tak selalu menggerakkan hati untuk melakukan sesuatu. Kata hatilah yang menggerakkan seluruh sel tubuh untuk melakukan suatu usaha.

Akhirnya, SAYA COBA…untuk selalu berusaha sekalipun belum bisa, untuk tetap selalu konsisten MENCOBA sesuatu yang belum biasa.

Pulang

Posted: 2 September 2010 in Catatan Cilik...
Tag:,

Akhir Ramadhan dan menjelang Hari Kemenangan…

Begitu banyak pertanyaan. “Mudik gak ???”

Pulang
kata yang indah saat kampung di pelupuk mata. Kata yang menarik2 hasrat untuk segera berkemas dan lari mengejar kendaraan.

Pulang
berjumpa dengan orang-orang tersayang yang jarang bertatap muka. hanya sekedar sapa…

Pulang
sesungguhnya masih merupakan nikmat karena masih ada tempat yang dituju, masih ada orang yang menunggu, masih ada yang tetap dirindu…

Pulang
hampir 4,5 tahun ini berasa kurang
terasa hampa, Tuhan mengambilnya cepat

Pulang
tak sama dari tahun ke tahun
kalau tak ingat waktu lalu
masih ada yang menunggu
untuk bertemu, melepas rindu…

pulang…..

MENU SAHUR

Posted: 6 Agustus 2010 in Catatan Cilik...
Tag:,

Anak : “ Masak apa buat sahur nanti, Ma ?”
Mama : “ Mama masak biasa aja, sayur dan teman-temannya.”
Anak : “ Kok, gak bikin rendang, Ma ?”

Si sulung mengingatkan tradisi keluarga kami tiap awal dan akhir bulan Ramadhan selalu masak “besar”, rendang daging.

Mama : “ Mas, harga daging 80 ribu per kilo, bawang putih masih 28 ribu per kilo. Harga kelapa, tahun kemarin aja 5000/butir. Pasti tahun ini naik lagi. Bisa jadi kelapa doang udah 18 ribu. Bawang merah kemarin Mama beli masih 12 ribu per kilo. Cabe merah…di Om Sayur, seribu perak masih dikasih 2 biji. Gimana Mama mau masak rendang, Nak ?”

Ayah menyela dari acara baca korannya : “ Mama lebay….kayak berita RRI aja. Mana ngerti anak dikasih tau begituan.”
Mama : “ Aih, Ayah ini…y, biar Mas tahu, kenapa mamanya gak bisa masak rendang tahun ini. Deret ukur susah ketemunya mo deret hitung.”
Anak : “ Apa lagi itu, Ma ???”
Mama & Ayah : “ Matematika, Nak…!!”
Anak : “ Jadi buat sahur pertama kita, Mama mo masak apa ?”
Mama : “ KEONG RACUN, Nak….!!!!”

Sorry..sorry…sorry…jack….sinta-jojo mode on

Ayah & Anak : ????!!!@#$%^&&**()

Rasulullah bersabda dalam hadist At Thabrani:

“ Maukah kalian kuberitahu tentang sesuatu yang dipergunakan Allah untuk memperkokoh bangunan dan meninggikan derajat ?”
Para Sahabat menjawa: “ Mau, ya, Rasulullah.”
Beliau kemudian menjelaskan: “ Hendaklah engkau sabar menghadapi gangguan orang bodoh, memaafkan orang yang berbuat zhalim kepadamu, memberi kepada orang yang tidak mau memberi kepadamu, dan memulihkan hubungan dengan orang yang memutuskannya denganmu.”

Puncaknya, memaafkan merupakan sikap para penghuni surga, sebagaimana digambarkan didalam Al Qur’an Surat Al Imran: 133-134: Dan segeralah berusaha memperoleh ampunan dari Tuhan sekalian dan berusaha memperoleh surga seluas langit dan bumi dan yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang menginfakkan hartanya baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, orang-orang yang sanggup menahan marah dan bersedia memaafkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Jadi, tidak ada ruginya memaafkan orang lain, bukan ?

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA