Tiap tahun kejadian ini berulang menimpa perempuan berinisial W ini. Speechless, sih, dan bosen juga kalo dipahami dengan pertanyaan “kok, bisa, sih ??”
Tapi itulah kenyataan hidup. Masih banyak orang tak belajar dari kesalahan dan terjerumus pada lubang yang sama. Kalo mau dibilang Manusia Bodoh, begitulah.

W, perempuan berasal dari pesisir utara pulau Jawa. Lulusan sekolah dasar & terbilang cantik dengan kulit putih, tak banyak perempuan berkulit agak terang untuk sebuah daerah pesisir & bermatapencaharian sebagai petani. Konon, W dipinang & dinikahi oleh tetangga satu kampungnya, seorang pria yang ‘lumayan’ ganteng (untuk ukuran desa tersebut). Terbilang dari keluarga yang cukup dibandingkan dengan keluarga W. Pun lulusan sekolah menengah atas (yang sangat jarang diperoleh oleh sebagian besar anak-anak kampung itu).

Mereka menikah dan telah dikaruniai 2 orang anak laki-laki. Karena kehidupan desa yang kurang menguntungkan, mereka mencoba merantau di Karawang. Suami W diterima sebagai Satuan Pengaman sebuah pabrik.

Kehidupan berjalan seperti layaknya kehidupan keluarga lain. Karena keterbatasan pendapatan. Keluarga kecil ini hanya bisa mengontrak sebuah rumah di sebuah perumahan. W dengan harapan dapat menutupi kebutuhan rumah tangganya, membantu suaminya dengan berdagang, mengojek anak-anak tetangga & membantu pekerjaan tetangga lainnya.

Sebagai tetangga, seringkali aku dimintai pendapat atau saran tentang masalah yang sering dihadapi W. Dari urusan sekolah anak-anak sampai pada akhirnya kebiasaan buruk suaminya. BERJUDI !!!

Tiap tahun W selalu dibelit hutang karena suaminya kalah, kalah dan kalah dalam judi. Dan tiap tahun pula, aku bosan mendengar keluh kesah, curhat dan seterusnya. Tahun pertama kedua it’s okay aku mendengar & memberi saran klo diminta. tahun ketiga ini, aku cukup berkata, “maaf, aku gak bisa bantu banyak, aku sibuk !!!’

Tega gak tega tapi harus dilakukan demi kebaikanku. Setuju ????

Hari Minggu, setelah berponsel ria, akhirnya aku bertemu dengan teman seperjalanan & se-workshop merajut di Jakarta dengan kereta Karawang-Jakarta.
Setelah ‘kondektur’ memeriksa karcis kami, dek Tinuk menanyakan harga tiket.
” Laahhh..itu di tiket tercantum, Dek “. Jawabku.
” Tadi aku bayar pake duit sepuluh ribuan, mbak…nih, kembaliannya cuma….” dek Tinuk memperlihatkan selembar 5 ribuan & sekeping logam 500 perak.
” Mungkin karena terburu-buru, kau tak cek kembaliannya, Dek. ” Kataku mengingatkan kejadian menjelang kereta berangkat tadi pagi. Dek Tinuk terlambat datang ke stasiun, terburu-buru membeli tiket, lalu bertelepon ria denganku yang terlebih dahulu ‘nangkring’ di gerbong ke-2.
” Hhhhhh…iya, kalee, mbak…ato’ pas lagi nyari ribuan or 2 ribuan, aku keburu naik kereta. ” Aku hanya mengangguk.

Seorang pria berusia sekitar 60 tahunan yang duduk di depan kami menimpali.
” Saya pernah ribut dengan petugas tiket kereta hanya karena 500 perak, dek.” Katanya.
” Lah, kok, bisa, Pak ? ” tanyaku tertarik mendengar ceritanya.
” Saya sering naik kereta, kok, y, sering receh 500 perak lupa, kelupaan atau sengaja dilupakan ?? untuk dikembalikan.” Aku dan Dek Tinuk nyengir kuda. Mengingatkan kejadian yang menimpa Dek Tinuk yang ‘kurang’ 2000 perak uang kembaliannya.

” Yah, kami berpikir positif aja, Pak. Barangkali tadi karena terburu-buru, Saya gak menghitung uang kembaliannya, si petugas juga gak sempet teriak memanggil karena dah kabur duluan. ” Kata Dek Tinuk. Aku mengangguk menyetujuinya.

” Semoga saja demikian. ” Kata Bapak tua sambil tersenyum tulus. ” Kalo memang gak sengaja, seharusnya sudah dipersiapkan uang receh, dipisahkan antara uang puluhan, ribuan dan seterusnya. Kan dia kerja bukan sehari dua hari…mungkin bertahun-tahun. ”
” Coba bayangkan, Dek, kalo tiap hari dia sengaja ‘lupa’ mengembalikan 500 perak. Kali beratus-ratus penumpang kereta di stasiun kita itu. Berapa jumlahnya ??? Oke, kita gak usah menghitung jumlah, tapi misalnya uang tersebut dibawa pulang ke rumah. Diberikan ke istrinya, lalu si istri memberikannya ke anak sebagai uang jajan, bekal sekolah dan sebagainya. Artinya ??? ”

Aku tercenung.

” Makanya gak heran, sekarang banyak kasus istri selingkuh, anak tawuran di sekolah dan sebagainya. Karena uang yang dimakan belum tentu halal. ” si Bapak tua masih meneruskan ceritanya.

Aku dan Dek Tinuk saling bertatapan dan tersenyum.

” Lah, kalo misalnya Dek Tinuk mengikhlaskan kembaliannya tadi, bagaimana, pak ? ”
Gantian si Bapak Tua itu tersenyum, ” semoga jadi halal, y, Dek. ”

Kami tertawa bareng. Lalu obrolan di Kereta jurusan Karawang-Jakarta pun berlanjut ngalor ngidul.

Cuma sekeping 500 perak, halalkah untuk mendapatkannya ???

Hampir seminggu yang lalu, terdengar dari mesjid di kompleks berita duka. Berita duka memang tiap disaat diberitahukan via mesjid kompleks kami. Tapi selalu saja bikin kaget, terkesima, terkejut. Karena berbilang puluh tinggal di kompleks telah begitu banyak tetangga yang sudah dikenal baik & akrab.

Salah satunya, mz Bambang Darmaji. Diberitakan meninggal, Innalillahi wa innailaihi roji’un….

mz Bambang hampir sebaya dengan kami, putri pertamanya seumuran dengan anak kami. Sering menyapa saat bertemu dijalan, minimal mengangguk saat bersua di depan gerbang kala berangkat kerja.

Kaget, iya…bagaimana seorang kawan yang hidup sehat; tidak merokok, rajin shaum Senin Kamis, tak terdengar sakit berat..kok, y, bisa ‘cepat’ dipanggil….

Memang sih, terdengar beliau ‘masuk angin’, diare & muntah…kami maklum karena mungkin karena capek setelah menunggui bungsunya yang hampir 2 minggu dirawat di Rumah Sakit karena diare (pula).

Dari cerita mb Yuno, istrinya, almarhum capek fisik karena harus bolak-balik karawang-tangerang. sang istri pun mengira sekedar masuk angin & salah makan. Tapi diagnosa dokter, TUMOR GANAS…

Almarhum rajin general check up di perusahaannya setiap 6 bulan. Tak ada penyakit & gejala yang terekam, everything is okay. Laaahh…bisa tumor ganas ???

Sampai sekarang belum diketahui pasti penyakitnya, walau secara empiris, ibunda almarhum menyakini, mz Bambang liver akut, empedunya pecah dengan muntah berwarna hijau.

Apapun penyebab kematian mz Bambang, yang tersisa adalah kesedihan mb Yuno & ketiga putrinya. Rasanya usia masih muda, pekerjaan lancar tanpa halangan dan seterusnya. Kami yakin secara finansial, mb Yuno tak perlu khawatir karena manajemen finansial mereka bagus dari asuransi pendidikan dstnya.

Apapun, kepergian mendadak tetap meninggalkan duka. Tetap menyedihkan. Walau pada akhirnya kita juga akan ‘kembali’ seperti mz Bambang, tapi kesedihan, re-adaptasi keluarga tetap terlihat sebagai proses ‘kembali memulai hidup’.

everyday is birthday, psikologi kita untuk melatih diri bahwa tiap hari kita dilahirkan kembali setelah ‘dimatikan’ sesaat kala tidur. hanya ingatan yang menjaga kita tentang orang-orang tercinta di seputaran kita yang tiap hari kadang bikin kesal, marah, tertawa dstnya.

kematian mendadak seringkali membuat kita limbung, butuh waktu memang yang sebagian orang tak sama masa pemulihan, yang jelas dan pasti dari sekarang belajar ikhlas untuk apapun….Tuhan punya rencana lebih baik lagi daripada yang kita mau.

semoga mz Bambang diampuni dosa2nya, diterima amal baiknya, ditempatkan di tempat yang layak dan sedekat mungkin dengan Sang Maha Hidup. semoga mb Yuno & Yasmin-Indah-Nasywa tetap ikhlas, tetap tawakkal & pasti kuat, mbaaakkk….

Kalian seperti aku gak ??

tiap pagi seperti terompet, membangunkan tiap anggota keluarga dari lelap tidur ntuk segera mandi. Karena selalu….rebutan kamar mandi ato ada pertengkaran di depan pintu kamar mandi.

Kalian seperti aku, gak ???

selalu berkicau hanya karena sampah dapur lupa dibuang oleh si sulung ato baju-baju kotor teronggok di setiap sudut kamar.

Kalian seperti aku, gak ???

merasa dikejar target waktu layaknya kerja diburu laporan harian, mingguan dan bulanan. Agar anggota keluarga sudah sarapan saat berangkat kerja & sekolah.

Kalian seperti aku, gak ???

menyapu, mengepel, mencuci kaos kaki yang selalu saja dekil. baju seragam kerja & sekolah yang perlu disikat bersih2 di bagian krah & lengannya. Ato menyimpan kembali sabuk yang masih saja terpasang di celana.

Kalian seperti aku, gak ???

tiap hari memungut & menyimpan lagi handuk-handuk bekas pakai mandi tiap anggota keluarga ???

Kalian seperti aku, gak ???

bingung mengatur menu untuk esok, agar tak terlambat menyiapkan sarapan. Yang cepat saji tapi tak meninggalkan gizi.

Kalian seperti aku, gak ???

merasa lelah
merasa tidak berhasil membuat disiplin anak2
merasa sendiri

Plis, deh, jangan sarankan aku untuk berikhlas ria (lagi).
jangan hujami aku dengan kata manis & merdu untuk bersabar.

Inilah perempuan
Inilah istri
Inilah mama

capek dweeehhh…..:p

Hari Lahir

Posted: 18 Maret 2011 in Catatan Cilik...
Tag:,

18 Maret….

Hari lahir…:p
senang dapat bonus do’a selamat dari keluarga, sahabat, teman, tetangga dstnya.

semoga tak hari ini aja, INGAT AKU DALAM DO’A teman2. selalu, walau hanya di dalam hati. Seperti halnya untaian do’a untuk keluarga, sahabat, teman, tetangga dstnya. Semoga mereka selalu diberi yang terbaik, senantiasa dalam kebaikan sepanjang usia & berkah sepanjang hayat di kandung badan.

18 Maret
rasanya sama seperti hari lain, sekedar penanda berkurangnya usia. Berapa banyak amal yang dah kukumpulkan y ??? lebih berat dari timbangan dosa ???

semoga Tuhan meringankan beban dosaku dari do’a yang tertulis maupun terucap dari keluarga, teman, sahabat, tetangga dstnya.

semoga Tuhan selalu menuntun jalan hidup yang ntah berapa tahun lagi ke jalan yang benar & diridhoi-Nya.

18 Maret
hari lahirku, semoga selamat sampai tujuanku kelak dengan orang-orang tersayang & terkasih.

yang lalu, yo, wesss…
yang akan datang, yuuukkk…mareeee….semangat, ciao…!!

Lagi kenapa apa ini, yaaa….
semua terasa abu2
putih ato hitam pun tak tampak
apalagi warna pelangi

nge bete in banget
serba salah

Gak produktif !!!!

On the grey area
memang menyebalkan….!!!!

Gak ada tantangan, heboh pengin ada…
Dapat tantangan, bosen habis…

Horeeee….aku bingung !@#$%^&&*(()

biasanya aku tahu yang kumau
kali ini aku mau tapi gak tahu apa yang kuinginkan

kata sahabat, break dulu…
biasanya klo break, malah betah dieeemmmmm….
bisa mati gaya
bisa males n susah staternya lagi

Horeeeee….aku bingung!@#$%^&*()